Sunday, May 13, 2018

Orang yang Dijamin Masuk Syurga

.
Keinginan menjadi penghuni syurga tidak cukup hanya berdo’a, tetapi kita harus berusaha memiliki sifat dan amal calon penghuninya dan usahakan itu sekarang dalam kehidupan didunia ini. Berdasarkan Petunjuk Rasulullah saw, ada 14 amalan yang bila kita amalkan dengan sungguh-sungguh akan menjamin kita masuk syurga. 

Kita tidak pernah tahu kapan kontrak kita didunia ini akan berakhir, namun betapa indahnya apabila saat kita dipanggil oleh-Nya kita sudah siap untuk menghadap-Nya. Subhanallah! Oleh karena itu, selalulah berpegang pada Petunjuk Al Quran dan Sunnah Rasulullah yang mulia.

1.Memberi Makan.
Makan minum merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi oleh setiap orang, namun karena berbagai hal, banyak orang yang tak bisa memenuhinya. Bila kita ingin mendapat jaminan masuk syurga, salah satu yang harus kita lakukan adalah memberi makan orang yang membutuhkannya.

Rasulullah saw bersabda: “Sembahlah Allah Yang Maha Rahman, berilah makan, tebarkanlah salam, niscaya kamu masuk syurga dengan selamat” (HR.Tirmidzi)

Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya disyurga terdapat kamar2 yang luarnya dapat dilihat dari dalamnya dan dalamnya dapat dilihat dari luarnya, Allah menyediakannya bagi orang yang memberi makan, menebarkan salam dan shalat malam sementara orang-orang tidur.” (HR.Ibnu Hibban)

Abdullah bin Salam mendengar pesan Nabi kepada para sahabat: “Wahai manusia, tebarkan salam, berilah makan, sambunglah hubungan silaturrahim, shalatlah diwaktu malam sementara orang-orang tidur, niscaya kalian masuk syurga dengan selamat.” (HR.Tirmidzi, Ibnu Majah dan Hakim).

2.Menyambung Silaturrahim.
Hubungan sesama manusia harus dijalin dengan sebaik-baiknya, antara sesama saudara dalam iman, terutama yang berasal dari rahim ibu yang sama yang disebut saudara senasab. Bila kita perkokoh, maka kita mendapatkan jaminan syurga dari Rasulullah saw, bila kita memutuskannya, kita terancam tidak masuk syurga.

Rasulullah saw bersabda: “Tidak akan masuk syurga orang yang suka memutuskan silaturrahim.” (HR.Bukhari dan Muslim)

Rasulullah saw
bersabda, “Maukah aku beritahukan kepada kalian tentang orang yang akan menjadi penghuni syurga? Seorang lelaki yang mengunjungi saudaranya dipenjuru kota dengan ikhlas karena Allah.” (HR.Ibnu Asakir, Abu Na’im dan Nasa’i)

3.Shalat Malam
Tempat terpuji disisi Allah swt adalah syurga yang penuh dengan kenikmatan yang tiada terkira. 
Allah swt berfirman: “Dan pada sebahagian malam hari shalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ketempat yang Terpuji.” (QS.17:79)

4.Memudahkan Orang Lain.
Karena itu, sesama manusia idealnya bisa saling memudahkan, termasuk dalam jual beli. Manakala kita sudah bisa memudahkan orang lain, maka salah satu faktor yang membuat manusia mendapat jaminan syurga telah diraihnya.

Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya seorang lelaki masuk syurga. Dia ditanya: “Apa yang dulu kamu kerjakan?” Dia menjawab: “Aku berjual beli dengan manusia lalu aku memberi tempo kepada orang yang dalam kesulitan dan mempermudah urusan pembayaran dengan dinar atau dirham.” Maka dia diampuni. (HR.Muslim dan Ibnu Majah)

Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa memudahkan orang yang kesulitan, Allah memudahkannya didunia dan akhirat” (HR.Ibnu Majah dari Abu Hurairah).

5.Berjihad.
Manakala kaum muslimin mau berjihad, maka Allah swt menyediakan syurga untuk siapa saja yang berjihad dijalan-Nya. “Rasul dan orang-orang yang beriman bersama dia, mereka berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan mereka Itulah orang-orang yang memperoleh kebaikan, dan mereka Itulah orang-orang yang beruntung. Allah telah menyediakan bagi mereka syurga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, mereka kekal didalamnya. Itulah kemenangan yang besar” (QS.9:88-89).

Rasulullah saw bersabda: "Ada tiga orang yang semuanya dijamin Allah azza wajalla yaitu, seorang lelaki yang pergi untuk berperang dijalan Allah, maka ia dijamin oleh Allah hingga Allah mewafatkan nya, lalu memasukkannya kesurga dgn segala pahala atau harta rampasan perang yang diperolehnya. Dan seseorang yang pergi ke masjid, maka dia dijamin oleh Allah hingga Allah mewafatkannya lalu memasukkannya kesurga atau mengembalikannya dengan pahala atau harta yang diperolehnya; dan seseorang yang masuk kerumahnya dengan mengucapkan salam, maka dia dijamin oleh Allah azza wajalla (HR.Abu Daud).

Rasulullah saw bersabda: Allah tertawa kepada dua orang yang saling membunuh yang keduanya masuk syurga. Para sahabat bertanya: “Bagaimana ya Rasulullah?” Beliau menjawab: “Yang satu (muslim) terbunuh (dalam perang) lalu masuk syurga. Kemudian yang satunya lagi (kafir) taubatnya diterima oleh Allah kedalam Islam, kemudian dia berjihad dijalan Allah lalu mati syahid" (HR.Muslim)

6.Tidak Sombong.
Sombong adalah menganggap dirinya lebih baik dan meremehkan orang lain, karenanya orang yang sombong itu seringkali menolak kebenaran. Oleh karena itu, bila kita mati dalam keadaan terbebas dari kesombongan akan mendapatkan jaminan masuk syurga. 
Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang mati dan dia bebas dari tiga hal, yakni sombong, fanatisme dan hutang maka dia akan masuk syurga” (HR.Tirmidzi).

Sombong merupakan sifat yang diwariskan oleh iblis laknatullah, karena itulah ia divonis berdosa. Allah swt berfirman: "Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat: “bersujudlah kamu kepada Adam”, maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tak termasuk mereka yg sujud. Allah berfirman: Apakah yg menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) diwaktu Aku menyuruhmu? Iblis menjawab: aku lebih baik daripadanya, Engkau ciptakan aku dari api, sedang dia Engkau ciptakan dari tanah. Allah berfirman: turunlah kamu dari syurga itu, karena kamu tidaklah sepatutnya menyombongkan diri didalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina. (QS.7:11-13)

Dan Allah berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina." (QS.40:60).

Bila seseorang berlaku sombong, sangat kecil peluang baginya untuk bisa masuk kedalam syurga, Rasulullah saw bersabda: ”Tidak masuk syurga orang yang didalam hatinya terdapat seberat biji sawi dari sifat kesombongan” (HR.Muslim)

7.Tidak Memiliki Fanatisme Yang Berlebihan.
Bila seseorang memiliki fanatisme yang berlebihan terhadap golongan sehingga segala pertimbangan dan penilaian terhadap sesuatu berdasarkan golongannya, bukan berdasarkan nilai-nilai kebenaran, maka hal ini tidak bisa dibenarkan, ini disebut ashabiyah yang sangat dilarang didalam Islam.

Rasulullah saw tidak mau mengakui orang yang demikian itu sebagai umatnya. Hal ini terdapat dalam hadits Nabi saw: “Bukan golongan kami orang yang menyeru kepada ashabiyah, bukan golongan kami orang yang berperang atas ashabiyah dan bukan golongan kami orang yang mati atas ashabiyah” (HR.Abu Daud)

8.Terbebas Dari Hutang.
Dalam proses jual beli tidak selalu dilakukan secara tunai atau seseorang tidak punya uang padahal ia sangat membutuhkannya, maka iapun meminjam uang untuk bisa memenuhi kebutuhannya. Sedapat mungkin hutang itu tidak dilakukan, apalagi kalau kita tidak mampu membayarnya kecuali memang sangat darurat karena itu seorang muslim harus hati-hati dalam masalah hutang.

Rasulullah bersabda: “Berhati-hatilah dalam berhutang, sesungguhnya berhutang itu suatu kesedihan pada malam hari dan kehinaan pada siang hari” (HR.Baihaki)

Rasulullah saw bersabda: “Hutang itu ada dua macam, barangsiapa yang mati meninggalkan hutang, sedangkan ia berniat akan membayarnya maka saya yang akan mengurusnya, dan barangsiapa yang mati sedangkan ia tidak berniat membayarnya maka pembayarannya akan diambil dari kebaikannya karena diwaktu itu tidak ada emas dan perak” (HR.Thabrani).

9.Peka Terhadap Peringatan.
Peka terhadap peringatan membuat seseorang mudah menerima peringatan dan nasihat dari siapa pun agar waspada terhadap segala bahaya dalam kehidupan didunia dan akhirat, sikap ini sesuatu yang amat penting karena setiap manusia amat membutuhkan peringatan dari orang lain, karenanya orang seperti itu akan mudah menempuh jalan hidup yang benar sehingga mendapat jaminan akan masuk kedalam syurga.

Orang seperti ini digambarkan Rasulullah saw sebagai orang yang berhati seperti burung seperti disebutkan dalam sabdanya: “Akan masuk syurga kelak kaum-kaum yang hati mereka seperti hati burung” (HR.Ahmad dan Muslim).

10.Menahan Amarah
Amarah, sifat yang sangat berbahaya sehingga ia telah menghancurkan manusia, baik secara pribadi maupun kelompok. Ada beberapa bahaya dari sifat marah yang harus diwaspadai.

Pertama, merusak iman karena semestinya bila seseorang sudah beriman dia akan memiliki akhlak yang mulia yang salah satunya adalah mampu mengendalikan dirinya sehingga tidak mudah marah kepada orang lain. Rasulullah saw bersabda: “Marah itu dapat merusak iman seperti pahitnya jadam merusak manisnya madu” (HR.Baihaki).

Kedua, mudah mendapatkan murka dari Allah swt terutama pada hari kiamat, karena itu pada saat kita hendak marah kepada orang lain mestinya kita segera mengingat Allah sehingga tidak melampiaskan kemarahan dengan hal-hal yang tidak benar.

Allah swt berfirman dalam hadits Qudsi: “Wahai anak Adam, ingatlah kepada-Ku ketika kamu marah. Maka Aku akan mengingatmu jika Aku sedang marah (pada hari akhirat)“. 

Rasulullah saw bersabda: “Orang yang paling dibenci Allah adalah orang yang paling keras didalam pertengkaran.” (HR.Bukhari)

Ketiga, mudah marah akan mudah menyulut kemarahan orang lain sehingga hubungan kita dengan orang lain bisa menjadi renggang bahkan putus. Seseorang disebut sebagai orang yang kuat ketika dia mampu mengendalikan dirinya pada saat marah sehingga kemarahan itu dalam rangka kebenaran bukan dalam rangka kebathilan.

Rasulullah saw bersabda: “Orang kuat bukanlah yang dapat mengalahkan musuh, namun orang yang kuat adalah orang yang dapat mengontrol dirinya ketika marah” (HR.Bukhari dan Muslim).

Apabila seseorang mampu menahan amarahnya, maka dia akan mendapatkan nilai keutamaan yang sangat besar dari Allah swt. Rasulullah saw bersabda: “Janganlah engkau marah dan syurga bagimu” (HR.Ibnu Abid Dunya dan Thabrani).

11.Ikhlas Menerima Kematian Anak dan Orang Yang Dicintai.
Setiap orang yang berumah tangga pasti mendambakan punya anak, karena anak itu menjadi harapan masa depan dan kesinambungan keluarga. Bahagia sekali seseorang bila dikaruniai anak, baik lelaki maupun perempuan. Karena itu saat anak lagi disayang dan amat diharapkan untuk mencapai masa depan yang baik, tiba-tiba meninggal dunia maka banyak orang tua yang tidak ikhlas menerimanya.
 
Rasulullah saw bersabda: “Tidaklah mati tiga anak seseorang, lalu dia merelakannya (karena Allah) kecuali dia akan masuk syurga.” Seorang wanita bertanya: “atau dua orang anak, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “atau dua anak” (HR.Muslim).

Meskipun demikian, sedih atas kematian anak tetap boleh dirasakan karena tidak mungkin rasanya kematian anggota keluarga tanpa kesedihan, Rasulullah saw amat sedih atas kematian anaknya, namun kesedihan tidak boleh berlebihan seperti meratap.

Anas ra berkata: Ketika Rasulullah saw masuk melihat Ibrahim (puteranya) yang sedang menghembus kan nafasnya yg terakhir, maka kedua mata Rasulullah saw berlinang-linang ketika ia wafat, sehingga tampak air mata mengalir dimuka beliau. Dan Abdurrahman bin Auf berkata: “Engkau demikian juga ya Rasulullah?” Jawab Nabi: “Sesungguhnya ini sebagai tanda rahmat dan belas kasihan” Lalu beliau bersabda: “Mata berlinang dan hati merasa sedih, tapi kami tidak berkata kecuali yang diridhai Tuhan dan kami sungguh berduka cita karena berpisah denganmu hai Ibrahim (HR.Ahmad dan Tirmidzi).

Abu Hurairah ra berkata bahwa Rasulullah saw bersabda dalam hadits qudsi: “Tidak ada pembalasan bagi seorang hamba-Ku yang percaya, jika Aku mengambil kekasihnya didunia, kemudian ia ridha dan berserah kepada-Ku, melainkan syurga” (HR.Bukhari).

12.Bersaksi Atas Kebenaran Al-Qur’an.
AlQur’an merupakan kitab suci yang tidak perlu diragukan lagi kebenarannya oleh setiap muslim, tapi kenyataan menunjukkan tidak semua muslim mau bersaksi dan menjadi pembela kebenaran AlQur’an dari orang yang menentang dan meragukannya, bahkan tak sedikit muslim yang akhirnya larut dengan upaya kalangan non muslim yang berusaha meragukan kebenaran mutlak AlQur’an.

Bersaksi atas kebenaran AlQur’an harus ditunjukkan dgn penyebaran nilai-nilainya dalam kehidupan masyarakat dan yang lebih penting lagi adalah kebenaran AlQur’an itu ditunjukkan dalam sikap dan prilakunya sehari-hari.

Orang seperti inilah yang mendapat jaminan masuk syurga oleh Allah swt seperti disebutkan dalam firman-Nya: Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul, kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Quran) yang telah mereka ketahui (dari Kitab mereka); dan berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (kebenaran Al Ouran dan kenabian Muhammad). Mengapa kami tak akan beriman kepada Allah dan kepada kebenaran yang datang pada kami, padahal kami sangat ingin agar Tuhan kami memasukkan kami kedalam golongan orang-orang yang saleh?” Maka Allah memberi mereka pahala terhadap perkataan yang mereka ucapkan, (yaitu) syurga yang mengalir sungai-sungai didalam nya, sedang mereka kekal didalamnya, dan itulah balasan (bagi) orang-orang yang berbuat kebaikan (yang ikhlas keimanannya). (QS.5:83-85).

13.Berbagi dengan Orang Lain.
Banyak kebaikan yang harus kita lakukan didalam hidup ini sehingga kebaikan yang kita lakukan itu membuat kita menjadi manusia yang dirasakan manfaat keberadaan kita bagi orang lain sehingga apa pun yang kita miliki memberikan manfaat yang besar bagi orang lain apalagi bila hal itu memang amat dibutuhkan oleh manusia.

Salah satunya adalah bila seseorang memberikan binatang ternak yang dimiliki seperti kambing untuk dinikmati susunya oleh banyak orang. Bila ini dilakukan, jaminan syurga dijanjikan oleh Allah swt

Sabda Rasulullah saw: “Empat puluh kebaikan yang paling tinggi adalah pemberian seekor kambing yang diperah susunya. Tidak seorangpun yang melakukan salah satu darinya dengan mengharapkan pahala dan membenarkan apa yang dijanjikan karenanya, kecuali Allah memasukkannya kedalam syurga” (HR.Bukhari).

14.Hakim Yang Benar.
Dalam hidup ini banyak sekali perkara yang harus diselesaikan secara hukum sehingga diperlukan pengadilan yang mampu memutuskan perkara secara adil, untuk itu diperlukan hakim yang adil dan bijaksana sehingga ia bisa memutuskan perkara dengan sebaik-baiknya. Bila ada hakim yang baik, maka ia akan mendapat jaminan bisa masuk kedalam syurga. 

Sabda Rasulullah saw: Hakim-hakim itu ada tiga golongan, dua golongan dineraka dan satu golongan disyurga: Orang yang mengetahui yang benar lalu memutus dengannya maka dia disyurga. Orang yg memberikan keputusan kepada orang-orang diatas kebodohan maka dia itu dineraka dan orang yang mengetahui yang benar lalu dia menyeleweng dalam memberikan keputusan, maka dia dineraka. (HR.Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’l, Ibnu Majah dan Hakim).

Oleh karena itu, ketika seorang muslim menjadi hakim maka ia harus menjadi hakim yang benar, yakni hakim yang tahu tentang kebenaran dan ia memutuskan perkara secara benar.

Allah swt berfirman: Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab kepadamu dgn membawa kebenaran supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu dan jangan lah kamu menjadi penantang (orang yang tak bersalah), karena (membela) orang-orang yang khianat (QS.4:105).

Mudahan-mudahan kita termasuk orang yang mau berusaha untuk bisa masuk kedalam syurga.
Sumber: Khairu Ummah, Edisi 9, 12, dan 14 Tahun XVIII – Februari 2009
.
Cara Mengatasi Stres
Keampuhan Shalawat 

Hasilkan Jutaan Rupiah dari rumah! 
.