Sunday, June 03, 2018

Minta Pertolongan Makhluk

.
Manusia apabila ada kebutuhan atau kesulitan yang menimpanya maka mereka akan mencari bantuan dan pertolongan. Masing-masing memiliki cara dan jalan yang ditempuh agar bisa mendapatkan bantuan. Ada yang mencari bantuan dari orang lain yang ia anggap mampu. 

Ada yang mencari bantuan “orang-orang pintar”. Ada yang mencarinya dengan melakukan ritual ditempat tertentu seperti mengirim hasil panen kelaut atau kawah gunung berapi. Bahkan ada yang mencarinya dengan mendatangi kuburan keramat atau binatang tertentu yang dianggap sakti.

Istianah, Istiadzah dan Istighotsah
Istianah adalah memohon pertolongan.
Istiadzah adalah mencari perlindungan dari sesuatu yang tidak disukai atau ditakuti.
Istighotsah adalah memohon pertolongan agar terbebas dari kesulitan yang sedang menimpanya.

Firman Allah Swt: "Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan." (QS.1:5).  Sabda Rasulullah: “Jika engkau meminta pertolongan maka minta tolonglah kepada Allah” (HR.Tirmidzi)

Dalil tentang istighotsah adalah ketika
Rasulullah saw berada dalam perang badar, beliau melihat pasukan kaum musyrikin yang sangat banyak. Kemudian beliau memasuki tendanya dan memohon kepada Allah: “Ya Allah, sempurnakanlah apa yang Engkau janjikan padaku. Ya Allah, jika Engkau hancurkan pasukan Islam ini niscaya Engkau tidak akan disembah dimuka bumi ini” (HR.Muslim).
Beliau terus menerus berdoa sampai Abu Bakar ra meyakinkan beliau bahwa Allah akan menepati janji-Nya, lalu turunlah ayat yang menjawab permohonan Nabi saw: “Ingatlah ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu, Sungguh Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.”(QS.8:9)

Allah Swt berfirman: “Barang siapa menyembah tuhan yang lain selain Allah, padahal tidak ada suatu buktipun baginya tentang itu maka perhitungannya hanya disi Tuhannya. Sungguh orang-orang kafir itu tidak akan beruntung” (QS.23:117)

Istianah, istiadzah, istighotsah tergolong ibadah maka semuanya harus ditujukan kepada Allah semata. Istianah kepada Allah dalam perkara yang menjadi kekhususan bagi-Nya, mengandung makna bahwa seorang hamba merendahkan diri serendah-rendahnya kepada Allah, menyerahkan segala urusannya kepada-Nya dan yakin bahwa cukup dengan pertolongan-Nya saja. Perkara yang menjadi kekhususan Allah tersebut hanya Allah yang mampu mewujudkannya seperti mendatangkan rezeki, mencegah dari bahaya dan menghilangkan bencana.

Bila seseorang ingin agar rezekinya dipermudah, dikaruniai anak, dijauhkan dari segala mara bahaya dan dihilangkan segala kesulitannya maka dia hanya boleh meminta pada Allah saja. Tidak pantas dia meminta kepada makhluk bahkan orang yang sudah mati meskipun dulunya dia adalah seorang nabi ataupun wali. Hanya Allah yang mampu mengabulkan, semua itu merupakan kekhususan bagi Allah.

Minta Pertolongan Makhluk?
Apabila ingin minta pertolongan makhluk maka ada beberapa syarat yang harus dipenuhi.
1.Makhluk itu hidup. Jika makhluk itu mati maka tidak boleh minta pertolongannya meskipun dimasa hidupnya dulu ia seorang nabi, wali atau orang saleh.
2.Makhluk itu hadir dihadapannya. Jika makhluk itu tidak hadir seperti jin maka ia tidak boleh minta pertolongan pada makhluk tersebut.
3.Makhluk itu mampu memberi pertolongan, semisal membawakan barang yang berat, meminjamkan uang atau yang lainnya. Jika makhluk itu tidak mampu maka ini adalah perbuatan sia-sia.

Jika ketiga syarat diatas terpenuhi maka seseorang boleh minta bantuan kepada makhluk dan tentu saja meminta bantuan dalam hal kebaikan atau mubah. Kita tidak boleh memberikan bantuan dalam kejahatan atau dosa sesuai dengan firman-Nya: "Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebaikan dan ketakwaan dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” (QS.5:2)

Sesungguhnya yang paling sengsara adalah orang yang miskin iman dan mengalami krisis keyakinan. Mereka berada dalam kesengsaraan, kepedihan, kehinaan dan kemurkaan Allah. "Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta." (QS.20:124). "Dan Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (AlQuran) pada permulaan nya dan Kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatannya yang sangat sesat." (QS.6:110)

Seberapa besar iman Anda, maka sebatas itu pulalah kebahagiaan, ketentraman, kedamaian, serta ketenangan yang akan Anda peroleh. "Barangsiapa mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." (QS.16:97)

Maksud dari kehidupan yang baik dalam ayat ini adalah ketenangan jiwa karena janji Tuhan mereka, keteguhan hati mereka dalam mencintai Dzat yang menciptakan mereka, kesucian nurani mereka dari unsur-unsur penyimpangan iman, ketenangan hati mereka dalam menghadapi setiap kenyataan hidup, kerelaan hati mereka dalam menerima dan menjalani ketentuan Allah dan keikhlasan mereka dalam menerima takdir. Dan semuanya itu karna mereka benar-benar yakin dan tulus menerima bahwa Allah adalah Tuhan mereka, Islam agama mereka dan Muhammad adalah nabi dan rasul yang diutus Allah untuk mereka.

Sumber: buletin.muslim.or.id

Cara Mengatasi Stres
Keampuhan Shalawat 

Hasilkan Jutaan Rupiah dari rumah! 
.