Friday, June 08, 2018

Keajaiban Istighfar

.
Rasulullah saw bersabda: "Tidaklah seorang hamba berbuat satu dosa, lalu dia bersuci dengan baik, lalu dia berdiri untuk shalat dua rakaat, kemudian memohon ampun pada Allah melainkan Allah akan mengampuni dosanya" (HR.Tirmidzi, Abu Dawud dan Ahmad).

Dizaman yang serba tidak menentu ini sebaiknya kita menjadikan Istighfar sebagai  salah satu  amalan rutin kita, sehingga dosa-dosa kita diampuni oleh Allah Ta'ala. Untuk lebih membuat kita semangat melakukannya berikut uraian manfaat dari Istighfar.

1.Menggembirakan Allah
Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya, Allah lebih gembira dengan taubat hamba-Nya daripada kegembiraan salah seorang dari kalian yang menemukan ontanya yang hilang dipadang pasir.” (HR.Bukhari dan Muslim)

2.Dicintai Allah
Allah Ta'ala berfirman: “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS.2:222). Rasulullah bersabda: “Orang yang bertaubat adalah kekasih Allah. Orang yang bertaubat atas dosanya, bagaikan orang yang tidak berdosa.”(HR.Ibnu Majah)

3.Dosa-dosanya diampuni
Rasulullah saw bersabda: “Allah telah berkata, Wahai hamba-hamba-Ku, setiap kalian pasti berdosa kecuali yang Aku jaga. Beristighfarlah kalian kepada-Ku, niscaya kalian Aku ampuni. Dan barangsiapa yang meyakini bahwa Aku mempunyai kemampuan untuk mengampuni dosa-dosanya, maka Aku akan mengampuninya dan Aku tidak peduli (berapa banyak dosanya).” (HR.Ibnu Majah, Tirmidzi).
Imam Qatadah berkata, ”Al-Quran telah menunjukkan penyakit dan obat kalian. Penyakit kalian adalah dosa dan obat kalian adalah istighfar.” (Kitab Ihya’Ulumiddin: 1/410)

4.Selamat dari api neraka
Hudzaifah berkata, “Saya adalah orang yang tajam lidah terhadap keluargaku. Wahai Rasulullah aku takut kalau lidahku menyebabkan aku masuk neraka. Rasulullah bersabda, Dimana posisimu terhadap istighfar? Sesungguhnya aku senantiasa beristighfar kepada Allah sebanyak seratus kali dalam sehari semalam’.” (HR.Nasa’i, Ibnu Majah, Al-Hakim)

5.Mendapat balasan surga
“Dan orang-orang yang bila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya adalah ampunan dari Tuhan mereka dan syurga yang didalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal didalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.” (QS.3:135-136)

6.Mengecewakan setan
Sesungguhnya setan telah berkata,”Demi kemulian-Mu ya Allah, aku terus-menerus akan menggoda hamba-hamba-Mu selagi roh mereka ada dalam badan mereka. Maka Allah menimpalinya, ”Dan demi kemuliaan dan keagungan-Ku, Aku senantiasa mengampuni mereka selama mereka memohon ampun (beristighfar) kepada-Ku.”(HR.Ahmad dan al-Hakim)

7.Membuat setan putus asa
Ali bin Abi thalib pernah didatangi oleh seseorang, "Saya telah melakukan dosa". Bertaubatlah kepada Allah, dan jangan kamu ulangi, kata Ali. Orang itu menjawab, "Saya telah bertaubat, tetapi setelah itu saya berdosa lagi". Ali berkata, Bertaubatlah kepada Allah dan jangan kamu ulangi. Orang itu bertanya lagi, "Sampai kapan?" Ali menjawab, Sampai setan berputus asa dan merasa rugi.”(Kitab Tanbihul Ghafilin: 73)

8.Meredam azab
Allah berfirman, ”Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun.”(QS.8:33)

9.Mengusir kesedihan
Rasulullah saw bersabda, ”Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah akan memberikan kegembiraan dari setiap kesedihannya, dan kelapangan bagi setiap kesempitannya, dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangka.” (HR.Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad)

10.Melapangkan kesempitan
Rasulullah saw bersabda, ”Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah akan memberikan kegembiraan dari setiap kesedihannya, dan kelapangan bagi setiap kesempitannya dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangka,” (HR.Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad)

11.Melancarkan rezeki
Rasulullah saw bersabda,”Sesungguhnya seorang hamba bisa tertahan rezekinya karena dosa yang dilakukannya.”(HR.Ahmad, Ibnu Hibban dan Ibnu Majah)

12.Membersihkan hati
Rasulullah saw bersabda,”Apabila seorang mukmin melakukan suatu dosa, maka tercoretlah noda hitam di hatinya. Apabila ia bertaubat, meninggalkannya dan beristighfar, maka bersihlah hatinya.”(HR.Nasa’i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Tirmidzi)

13.Mengangkat derajatnya disurga
Rasulullah bersabda,”Sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat seorang hamba di surga. Hamba itu berkata,’Wahai Allah, dari mana saya dapat kemuliaan ini?’ Allah berkata,’Karena istighfar anakmu untukmu’.”(HR.Ahmad)

14.Mengikut sunnah Rasulullah saw
Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda, "Demi Allah, Sesungguhnya aku minta ampun kepada Allah (beristighfar) dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali.”(HR.Bukhari)

15.Menjadi sebaik-baik orang yang bersalah
Rasulullah saw bersabda, ”Setiap anak Adam pernah bersalah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang segera bertaubat.” (HR.Tirmidzi, Ibnu Majah, Al-Hakim)

16.Bersifat sebagai hamba Allah yang sejati
Allah berfirman, ”Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. Yaitu orang-orang yang berdoa: ”Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka,” yaitu orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap ta’at, yang menafkah kan hartanya (dijalan Allah), dan yang memohon ampun (beristighfar) di waktu sahur.” (QS.3:15-17)

17.Terhindar dari stempel kezhaliman
Allah berfirman, ”Barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim.” (QS.49:11)

18.Mudah mendapat anak
Allah Ta'ala berfirman, ”Maka aku (Nuh) katakan kepada mereka:”Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat dan memperbanyak kan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS.71:10-12)

19.Mudah mendapatkan air hujan
Ibnu Shabih berkata, ”Hasan al-Bashri pernah didatangi seseorang dan mengadukan bahwa lahannya tandus, dia berkata, ‘Perbanyaklah istighfar’. Ada orang lain yang mengadu bahwa kebunnya kering, dia berkata, ‘Perbanyaklah istighfar’. Ada orang lain lagi yang mengadu bahwa dia belum punya anak, dia berkata, ’Perbanyaklah istighfar’. (Kitab Fathul Bari: 11/98)

20.Bertambah kekuatannya
Allah berfirman, ”Dan (dia berkata): ”Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.”(QS.11:52)

21.Bertambah kesejahteraanya
Allah Ta'ala berfirman, ”Maka aku (Nuh) katakan kepada mereka:”Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat dan memperbanyak kan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS.71:10-12)

22.Menjadi orang-orang yang beruntung
Allah berfirman,”Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”(QS.24:31). Aisyah berkata, ”Beruntunglah, orang-orang yang menemukan istighfar yang banyak pada setiap lembar catatan harian amal mereka.”(HR.Bukhari)

23.Keburukannya diganti dengan kebaikan
Allah berfirman, ”Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebaikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS.25:70)
“Dan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang (pagi dan sore) dan pada bagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan dosa perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.” (QS.11:114)

24.Bercitra sebagai orang mukmin
Rasulullah bersabda, ”Tidak seorangpun dari umatku, yang apabila ia berbuat baik dan ia menyadari bahwa yang diperbuat adalah kebaikan, maka Allah akan membalasnya dgn kebaikan. Dan tidaklah ia melakukan suatu yang tercela, dan ia sadar sepenuhnya bahwa perbuatannya itu salah, lalu ia mohon ampun kepada Allah dan hatinya yakin bahwa tiada Tuhan yang bisa mengampuni kecuali Allah, maka dia adalah seorang Mukmin.” (HR.Ahmad)

25.Berkeperibadian sebagai orang bijak
Seorang ulama berkata,”Tanda orang yang arif (bijak) itu ada enam. Apabila ia menyebut nama Allah, ia merasa bangga. Apabila menyebut dirinya, ia merasa hina. Apabila memperhatikan ayat-ayat Allah, ia ambil pelajarannya. Apabila muncul keinginan untuk bermaksiat, ia segera mencegahnya. Apabila disebutkan ampunan Allah, ia merasa gembira. Apabila mengingat dosanya, ia segera beristighfar.” (Kitab Tanbihul Ghafilin: 67)

Sumber: arrahmah.com