Thursday, April 26, 2018

Innalillahi wainnaa ilaihi raji'uun

.
"Semuanya (diriku, anak-anakku, istriku, harta-bendaku) milik Allah dan akan kembali kepada-Nya." Mudah mengatakannya tetapi mungkin hanya sebatas ucapan saja, mungkin sulit bagi kita untuk memahami maknanya apalagi menjalankannya. 

Firman Allah Ta'ala: Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah- buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan:
"Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun." (QS.2:155-156)

Ada temanku yang sangat ringan meminjamkan barang pribadi kepada teman-temannya. Bahkan jika diledek si peminjam, “Benar nih boleh aku pinjam...? Nanti kalau hilang atau rusak gimana…?” Dia biasanya hanya menimpali, “Aku percaya kamu kok… Kalaupun hilang itu berarti Allah tidak memberi kepercayaan kepadaku untuk memilikinya…”

Umumnya, kita sangat sulit untuk berbagi, apalagi berbagi rezeki. Misalnya membantu tetangga yang susah saja, kita tidak sudi padahal kita tahu tetangga itu sangat susah walaupun hanya untuk makan sehari-hari. Dilain pihak, dirumah kita justru makanan berlimpah, lauk pauk tersaji beraneka ragam, begitupun buah-buahan dan banyak sisa makanan yang tidak habis termakan dan akhirnya terbuang.

Saat kita kehilangan jabatan, harta dan anak atau pasangan hidup karena dipanggil-Nya, berarti Allah mengambil kembali apa yang dititipkan kepada kita. Rasulullah melarang kita untuk meratapi orang yg telah meninggal, sedih yang berkepanjangan atau malah menyalahkan pihak lain (bahkan Tuhan) atas kematian orang itu.

Semua itu tidak akan terjadi bila kita merasa bahwa semua yang kita miliki adalah titipan Allah, semua kejadian adalah atas izin Allah, atas kehendak Allah dan niat kita untuk berbagi dengan sesama hanya untuk mencari Ridha Allah, Tuhan Yang Mahakuasa. Mungkin itulah makna ucapan Innalillahi wainnaa ilaihi raji’uun...

Namun apa yang biasanya terjadi? Kita sangat susah untuk berbagi. Kita merasa apa yang diraih itu adalah karena usaha diri sendiri, karena kehebatan kita sendiri. Jadi kita berhak sombong dan berhak memakainya hanya untuk kepentingan diri sendiri.

Ayat-ayat Al-Quran dan hadits tentang larangan untuk bersifat sombong, kikir dan perintah melakukan hal-hal yang baik kepada sesama kita.

"Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baik lah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri, yaitu orang-orang yang kikir dan menyuruh orang lain berbuat kikir, dan menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan Nya kepada mereka. Dan kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir (pada nikmat Allah) siksa yang menghinakan" (QS.4:36-37) 

Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian. (QS.51:19)

"Maka setelah Allah memberikan kepada mereka sebahagian dari karunia-Nya, mereka kikir dengan karunia itu dan berpaling dan mereka memanglah orang-orang yang selalu membelakangi kebenaran" (QS.9:76)

Dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta. Apakah dia tidak mengetahui apabila dibangkitkan apa yang ada didalam kubur dan dilahirkan apa yang ada didalam dada,
pada hari itu sesungguhnya Tuhan mereka Maha Mengetahui keadaan mereka.” [QS.100:8-11]

"Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak dilehernya dihari kiamat. Dan kepunyaaan Allah-lah segala warisan dilangit dan dibumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS.3:180)

"Dan orang2 yang telah menempati Kota Madinah (Anshar) dan telah beriman sebelum kedatangan orang2 Muhajirin, mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada orang2 Muhajirin; dan mereka mengutamakan orang2 Muhajirin, atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang2 yang beruntung" (QS.59:9)

Dari Abu Hurairah Ra, Rasulullah Saw bersabda: Tidak satu hari pun dimana seorang hamba berada padanya kecuali dua Malaikat turun kepadanya. Salah satu diantaranya berkata, "Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak." Sedangkan yang lainnya berkata, "Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang kikir." [HR.Bukhari dan Muslim]

“Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela, yg mengumpulkan harta dan menghitung-hitung (kikir), dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengkekalkannya, sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan kedalam Huthamah. Dan tahukah kamu apa Huthamah itu? yaitu api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan yang membakar sampai ke hati.” [QS.104:1-7]

Hadits Qudsi: Hai Daud, seorang hamba-Ku akan datang membawa pahala kebaikannya pada hari Kiamat maka Aku serahkan kepadanya untuk menikmati nikmat apasaja yang ada dalam surga. Daud berkata: Ya Tuhanku siapakah hamba-Mu itu? Allah: "Orang mukmin yang berusaha untuk memenuhi keperluan saudaranya yang beriman, dia ingin menyelesaikan hajat dari temannya itu, apakah dapat terlaksana oleh tangannya sendiri ataupun tidak" (HR.Al Khathib)

Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya bila aku berjalan dengan saudaraku sesama muslim untuk memenuhi suatu hajatnya lebih aku cintai daripada aku beri’tikaf dimasjid ini (Nabawi) selama sebulan.” (HR.Ibnu Abi Dun-yaa).

Selalulah membasahi lisanmu dengan ucapan istirja’ : 
"inna lillahi wa inna ilaihi raji’un;  la haula wala quwwata illa billah" (Semuanya milik Allah SWT dan akan kembali kepada-Nya; Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Pertolongan Allah)

Sumber: Kompasiana 24 Maret 2011

Hasilkan Jutaan Rupiah dari rumah! 
.